Jalan Raya Tirtowening No.17, Bendunganjati, Pacet, Bendorejo, Bendunganjati, Kec. Pacet, Mojokerto, Jawa Timur 61374

WORKSHOP JURNALISTIK “Mengawal Demokrasi Melalui Jurnalistik”

Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

WORKSHOP JURNALISTIK “Mengawal Demokrasi Melalui Jurnalistik”

Setelah Sukses dengan event seminar PKTI (Penulisan Karya Tulis Ilmiah), Program Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut KH. Abdul Chalim (IKHAC) kembali mengadakan acara yang cukup meriah, yakni Workshop Jurnalistik dengan tema “Mengawal Demokrasi Melalui Jurnalistik”.

Dalam rangka untuk mengembangkan potensi mahasiswa dibidang jurnalistik serta kepenulisan berita di media massa, maka Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HIMAPRODI KPI) sepakat untuk menyelenggaran acara workshop ini, dengan harapan akan melahirkan calon-calon jurnalistik muda yang berbakat, dan mampu bersaing sehat dalam bidang jurnalistik tersebut.

Pada Workshop Jurnalistik kali ini dihadiri oleh beberapa narasumber, yakni Farid Pribadi, M.Sosio (Dosen Sosiologi Media UNESA dan Penggiat Media Massa), Mahmud Suhermono, M.IP (Sekertaris PWI dan News Producer JTV), Ainur Rohim, M.IP (Direktur PT. BeritaJatim Cyber Media) dan Puji Laksono, M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi KPI IKHAC).

Adapun Workshop Jurnalistik ini diselanggarakan pada 21-22 November 2017, bertempat di gedung B IKHAC Pacet Mojokerto. Workshop ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa KPI saja, diluar Prodi KPI sendiri pun ikut hadir memeriahkan acara ini, selain itu beberapa siswa dari Lembaga Amnatul Ummah, seperti MBI Amanatul Ummah, SMA BP Amanutl Ummah, MA Excelent Amnatul Ummah dan MA Akselerasi Amanatul Ummah juga tidak mau kalah untuk menimba ilmu dalam acara ini.

Di hari pertama (21/11) Workshop ini diawali dengan materi dari Mahmud Suhermono, M.IP dengan materi yang bertemakan “Hukum dan Media Massa tak Lekang Dimakan Zaman.”, dalam materinya beliau menjelaskan seputar Masa Reformasi Media Massa, dimana masa reformasi ini mulai terjadi pada pemerintahan Presiden BJ Habibie, kemudian muncullah media baru, seperti cetak, elektronik dan online, selain itu pada masa inilah terjadinya persaingan ketak dibidang pers. Tak hanya itu Mahmud Suhermono juga menjelaskan seputar mekanisme hukum Pers, yang mana bila ada masalah dengan pers maka masyarakat mendapatkan hak jawab, dan hak koreksinya.

Setelah pemaparan materi dari pemateri pertama maka dilanjutkan dengan pemateri kedua yakni Farid Pribadi, M.Sosio. Baliau mempaparkan seputar kepenulisan berita reportase, dimana dalam kepenulisan berita reportase diperlukan tiga teknik reportase. Pertama, Observasi yaitu pengamatan. Dalam pengamatan ini seorang wartawan harus mengetahui dahulu permasalahan yang akan diamati. Kedua, wawancara. Dalam wawancara diperkukan informasi yang meliputi 5W+ 1H, dan selain itu wawancara disini juga dibagi menjadi dua model wawancara, yakni wawancara secara langsung yang meliputi wawancara bertamu dan wawancara on the spot, dan yang kedua, yakni wawancara tak langsung yang meliputi wawancara tertulis, wawancara telepon atau pesan singkat dan wawancara melalui surel atau medsos. Selanjutnya teknik yang Ketiga, Riset data/ riset/ studi literatur. Dalam riset data ini biasanya wartawan membuka arsip, buku atau refrensi terkait dengan berita yang akan dituliskan.

Selain menjelaskan seputar teknik penulisan reportase, Farid Pribadi, M.Sosio juga menjelaskan seputar prinsip-prinsip penulisan berita, yang meliputi akurasi atau kecermatan, kseimbangan, kelengkapan dan kejelasan dan ringkasnya sebuah berita. Selanjutnya workshop hari pertama (21/11) ini ditutup dengan praktek kepenulisan berita reportase.

Kemudian dihari kedua workshop jurnalistik (22/11) dibuka dengan materi dari dosen Ilmu Komunikasi KPI IKHAC, Puji Laksono, M.Si. Dalam materinya kali ini beliau mejelaskan seputar kepenulisan Feature, feature disini adalah berita kisah atau berita non fiksi dalam berita ini tidak selalu menggunakan 5W + 1H, selain menjelaskan pengetian dari Feature beliau juga menjelaskan seputar persamaan berita, ciri-ciri Feature yakni, berangkat dari peristiwa nyata, mengandung unsur cerita, dan bersifat heterogen, dan tak lupa pula beliau juga menjelaskan tentang Syarat-syarat kepenulisan berita yang meliputi beberapa hal, yaitu menyentuh perasaan, drama kehidupan, unik dan berdampak bagi pembaca. Setalah materi yang beliau sampaikan maka dilanjutkan dengan praktek kepenulisan feature dan diteruskan dengan pengoreksian penulisan feature dari beberapa perserta tersebut.

Dan acara di hari kedua ini pun ditutup dengan narasumber terakhir yakni Ainur Rohim, M.IP disini beliau memaparkan materi seputar Uji Kopetensi Wartawan, dimana dalam pemaparannya beliau menjelaskan seputar Pasang surutnya pers dan sejarah Pers di Indonesia, beliau juga menjelaskan seputar macam-macam pers, yakni pers Ideologi, pers Industri, dan pers Disruption. Dalam pembagian pers ini baliau juga menjelaskan ciri-ciri masing-masing pers tersebut. Dan tak dilupakan pula beliau menjelaskan seputar fungsi pers yang meliputi sebagai fungsi informasi, fungsi pendidikan, fungsi hiburan, fungsi sosial kontrol, dan fungsi ekonomi bisnis, dan masih banyak lagi materi yang beliau sampaikan salah satunya adalah mengenai Literasi Media.

Dihari kedua (22/11) acara workshop ini ditutup dengan penanda tanganan MoU oleh Ainur Rohim, M.IP dan Dr. H. Achmad Chudori, M.Pd (Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin) selaku perwakilan dari Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin (FDU). Penanda tanganan ini ditujukan untuk perjanjian antara BeritaJatim dengan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin IKHAC, dengan perjanjian ini maka diharapkan mahasiswa Fakultas Dakwah Ushuluddin dapat memperoleh ilmu dari magang / Praktek Kerja Lapangan diBeritaJatim.

Dalam acara ini para mahasiswa KPI sangat berperan dalam berjalannya acara ini, mereka mampu menghendel semua acara dengan baik dan benar. Selain peran dari Mahasiswa KPI, Kepala Prodi KPI M. Chabibi, Lc, M.Hum juga ikut berperan dalam kesuksesan acara ini, beliau merelakan waktunya untuk pergi ke Jakarta untuk menjalin kerja sama dengan ASKOPIS Indonesia, selain itu beliau juga rela mengeluarkan uang pribadinya untuk masa depan mahasiswa KPI sendiri, dari kerja keras beliau untuk menghidupkan KPI dan masa depan mahasiswa KPI sendiri ini lah yang akhirnya menjadi penyemangat bagi mahasiswa KPI untuk terus berkarya dan menciptakan event-event hebat lainnya.

HIMAPRODI KPI merasa puas dengan kesuksesan acara workshop jurnalistik kali ini, diharapkan dalam acara ini dapat menciptakan para calon-calon jurnalis muda yang berbakat, baik dalam media elektronik, cetak maupun online dan diharapkan juga melahirkan calon jurnalis yang dibanggakan oleh bangsa dan negara. Program Komunikasi dan Penyiaran Islam pun berharap agar KPI tetap mampu mengadakan Event-event besar yang akan mengakat nama KPI dikemudian hari. (Ard/BidikKPI)

Lihat gallery Fakultas Dakwah Ushuluddin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *